Minggu, 07 Februari 2010

Dicekal Malah Ngetop

Pencekalan terhadap Film Suster Keramas ternyata tidak berdampak negatif bagi pemainnya. Sebaliknya, bagi pemeran Dolly dalam film Suster Keramas, Shinta Bachir, desakan larangan dari para ulama terhadap film itu karena dinilai penuh adegan porno justru membawa berkah.

"Ya, anggap saja promosi gratis," ujar Shinta kepada Suara Karya yang menemuinya di sela-sela acara selamatan pembuatan film terbarunya berjudul Taring garapan sutradara Rizal Mantovani, di kantor Rapi Film, Jakarta Pusat.

Sejak filmnya dicekal, menurut gadis kelahiran Wonosobo, 7 Februari 24 tahun lalu, ini namanya justru makin dikenal. Buktinya, kalau jalan ke tempat keramaian, Shinta selalu disapa banyak orang. "Tapi, nyapanya bukan nama aku, tapi 'hai, Suster Keramas'," katanya tertawa.

Shinta juga mengaku, pelarangan atas film keduanya itu tidak membuat dia khawatir tidak bisa main film lagi atau takut mendapat kecaman publik.

"Nggak ada apa-apa. Aku sih santai saja. Lagi pula, apa yang aku lakukan di film itu, kan, hanya sebatas peran, bukan sungguhan," katanya.

Karena itu, jika kelak ada tawaran untuk main lagi dalam film sejenis, Shinta tidak akan menolak. Ia tidak akan menolak adegan atau peran yang disodorkan sutradara asalkan sesuai dengan alur cerita. Begitu juga soal buka-bukaan.

"Buka-bukaan nggak masalah kalau sesuai dengan jalan ceritanya. Jangan buka-bukaan cuma buat konsumsi yang nggak penting. Kalau adegan yang sengaja ditambah-tambahi dan tidak sesuai skenario, jelas aku tolak," kata Shinta lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar